Herbeth Spencer adalah orang pertama yang memperkenalkan istilah survival of the fittest, perseteruan abadi sebagai bentuk persaingan untuk bertahan dalam kehidupan. Hal itu ia tuangkan dalam bukunya Principles of Biology pada tahun 1864 alias 200 tahun lebih lalu.
Menurut Spencer, hukum persaingan dalam bertahan hidup tak hanya terjadi dalam dunia biologi. Tapi juga di dunia ekonomi. Bahkan, Charles Darwin mengungkapkan persaingan untuk terus hidup merupakan hukum besi seleksi sejarah alam semesta dalam teori evolusinya.
Karena itu, boleh dibilang kehidupan manusia dan alam merupakan hasil pertarungan abadi. Siapa yang menang, dia akan terus bertahan. Mereka yang kalah akan tersingkir dan tergilas oleh hukum besi sejarah kehidupan.
Permainan catur barangkali disukai karena mirip dengan simulasi persaingan di kehidupan nyata. Terutama hukum besi alam dan sejarah manusia: survival of the fittest, hukum persaingan untuk terus bertahan hidup.
Dalam dunia persaingan, kebenaran sekalipun tak cukup kuat bagi setiap mahluk hidup untuk terus bertahan. Diperlukan sejumlah syarat lain berupa kekuatan, kecerdikan, keunggulan taktis dan strategis agar tetap bisa bertahan dalam kehidupan. Maka kehidupan, seperti halnya permainan catur, merupakan sekumpulan taktik dan strategi terus-menerus.
Dalam permainan catur –seperti halnya dalam perang fisik, persaingan ekonomi, atau pemberontakan politik– sebuah taktik biasanya diartikan sebagai sebuah langkah segera untuk merespon serangan lawan. Taktik dilakukan untuk membatasi pilihan lawan sehingga meningkatkan keuntungan posisi bagi orang/pemain tersebut dalam tempo sesaat.
Karenanya, pengertian taktik berbeda dengan strategi. Srategi memerlukan beberapa tahapan/langkah untuk memewujudkannya. Karena itu lebih memakan waktu. Tujuannya apalagi kalau bukan mengecoh lawan. Sehingga lawan lengah dan kalah karena lalai mengantisipasi serangan.
Tak mengherankan jika para ahli taktik dan strategi dunia menyukai permainan ini. Sebut saja pemimpin revolusi Rusia, Vladimir Ilyich Lenin, atau pendiri negara Kuba, Fidel Castro. Bahkan juga Karl Marx, dan jendral yang sulit dikalahkan dalam pertempuran macam Napoleon Bonaparte.
Untuk itu, tulisan ini akan mengawali tulisan-tulisan lainnya taktik dan strategi dalam permainan catur di medium ini.
Sejak tahun 1967 ratusan jurnalis catur Oscar Chess Awardmemberikan penghargaan Oscar Chess bagi 10 pecatur terhebat dunia. Untuk tahun 2007, 130 pengamat dan ahli catur sepakat memilih juara dunia asal India, Vishy Anand, sebagai pecatur terbaik.
Sementara, urutan kedua ditempati Vladimir Kramnik dan peringkat ketiga disabet Gata Kamsky. Gelar kehormatan ini sendiri merupakan gelar kelima Anand. Perolehan Chess Oscar itu merupakan jumlah terbanyak yang pernah diraih pecatur non-Rusia.
Majalah catur 64-Chess Review melakukan penilaian tahunan untuk mendukung para penulis dan analis memilih 10 pecatur terbaik. Mereka diperbolehkan mengajukan tiga pecatur terbaik menurut versi masing-masing.
Nama-nama pecatur yang masuk menjadi kandidat: Evgeny Alekseev, Vishy Anand, Levon Aronian, Wang Yue, Boris Gelfand, Alexander Grischuk, Vassily Ivanchuk, Gata Kamsky, Magnus Carlsen, Sergey Karjakin, Vladimir Kramnik, Peter Leko, Shakhriyar Mamedyarov, Alexander Morozevich, Teimour Radjabov, Peter Svidler, Veselin Topalov, Ivan Cheparinov, Alexei Shirov dan Dimitry Jakovenko.
Seorang pecatur yang dipilih juri di peringkat pertama akan mendapat 13 poin, tempat kedua 11 poin, tempat ketiga 9 poin, tempat keempat 7 poin, tempat kelima 6 poin dan seterusnya. Pemain yang mendapatkan nilai tertinggi dari jurnalis dan kolomnis catur itulah yang memenangkan penghargaan Chess Oscar 2007.
Alhasil, 222 ahli catur dan jurnalis dari 30 negara memilih Viswanathan Anand sebagai pecatur terbaik 2007.
Anand memenangkan penghargaan ini dengan perolehan 130 suara dan menempatkannya di peringkat pertama. Tempat kedua ditempati Vladimir Kramnik, dan tempat ketiga dihuni Gata Kamsky karena performanya di Kejuaraan Dunia. Namun Anand menempati tempat pertama dari seluruh kandidat.
Penghargaan Chess Oscar ini merupakan penghargaan kelima Anand. Ia pertama kali memperoleh penghargaan ini pada tahun 1997. Lalu tahun 1998. Dua tahun itu Anand memang begitu dominan dengan memenangkan seluruh turnamen, baik catur cepat maupun catur klasik. Ia memenangkan turnamen Groningen (1997), Linares (1998), Tillburg (1998) dan Frankfurt Chess Classic dua tahun berturut-turut.
Penghargaan Oscar Chess ketiganya ia peroleh tahun 2003 menyusul performa gemilangnya tahun 2001 dan 2002. Penghargaan Oscar keempat ia raih lagi tahun 2004 setelah memenangkan turnamen utama untuk catur cepat. Ia juga memenangkan turnamen Chorus dua tahun berturut-turut dan tahun 2006 dia menjadi satu-satunya pemain yang memenangkan turnamen itu selama lima kali sejak turnamen itu digelar sejak tahun 1970-an.
“Penghargaan Oscar kelima ini membuat saya bahagia,” kata Anand. Itu semua merupakan hasil penampilannya tahun 2007. Tahun lalu Anand menjadi peringkat satu dunia tanpa pernah terkalahkan. Ia mememangkan Mainz Chess Classic untuk ke-10 kalinya dan turnamen Leon untuk ketujuh kalinya.
Vishy AnandPengumuman ini disampaikan editor majalah catur 64-Chess Review terbitan Rusia, Misha Savinov. Mendengar kabar itu dari tempat tinggalnya di Chennai, India, Anand mengatakan, “Saya sangat gembira mendengar kabar itu. Saya rasa hal itu karena performa saya tahun 2007. Para juri yang melakukan pemungutan suara adalah para jurnalis yang mengikuti perkembangan catur dari dekat. Memenangkan penghargaan Oscar memberikan Anda kepuasan bahwa publik menghargai permainan Anda.”
Anand kini menjadi satu-satunya pecatur non-Rusia yang memenangkan Oscar Chess selama lima kali. Bobby Fischer (AS) saja hanya meraih tiga kali dan Bent Larsen (Denmark) hanya sekali. Di antara pecatur top dunia kini hanya Anand yang mengantungi lima kali penghargaan Oscar. Kramnik sendiri dua kali dan Topalov baru sekali.
Penghargaan Chess Oscar dimulai tahun 1967 oleh Jorge Puig. Pemenang pertamanya adalah Bent Larsen dan penghargaan itu diberikan di Madrid. Tahun 1988 Puig wafat dan penghargaan itu tak lagi diberikan hingga 1995.
Para penerima penghargaan itu antara lain Boris Spassky, Anatoly Karpov, dan Gary Kasparov. (CB/SM)
Daftar Pemain Peraih GM Termuda Dunia:
1. Sergey Karjakin (Ukraina): 12 tahun 7 bulan
2. Parimarjan Negi (India): 13 tahun 4 bulan 22 hari
3. Magnus Carlsen (Norwegia): 13 tahun 4 bulan 27 hari
4. Bu Xiangzhi (China): 13 tahun 10 bulan 13 hari
5. Teimour Radjabov (Azerbaijan) 14 tahun 14 hari
6. Ruslan Ponomariov (Ukraina) 14 tahun 17 hari
7. Wesley So (Filipina): 14 tahun 1 bulan 28 hari
8. Etienne Bacrot (Prancis): 14 tahun 2 bulan
9. Maxime Vachier-Lagrave (Prancis): 14 tahun 4 bulan
10. Péter Lékó (Hungaria): 14 tahun 4 bulan 22 hari
11. Yuriy Kuzubov (Ukraina): 14 tahun 7 bulan 12 hari
12. Nguyen Ngoc Truong Son (Vietnam) 14 tahun 10 bulan
12. Fabiano Caruana (Italia) 14 tahun 11 bulan 10 hari
Wesley So menancapkan kukunya di percaturan dunia saat mengalahkan 131 pecatur dari 25 negara di Kejuaraan Catur Dubai Terbuka, 5-15 April 2008. Ia menyelesaikan 9 partai dengan poin 7. Setelah itu Wesley juga kemudian meraih juara serupa di turnamen Sheikh Rashed Bin Hamdan Al Maktoum Cup.
Kebetulan, saat mengikuti dua turnamen itu Wesley tengah menikmati libur musim panas di sekolahnya selama dua bulan. Bagi teman-teman sebanyanya di Filipina, libur musim panas adalah saat bergembira. Anak-anak Filipina biasa menghabiskan waktu libur dengan berenang atau bermain basket.
Namun tidak demikian bagi GM Wesley So (2.540). Sejumlah jadwal pertandingan sudah menumpuk di depan mata. Tak terkecuali jadwal dwi tarungnya dengan salah satu pecatur terkuat Indonesia, GM Susanto Megaranto (2.561).
Dalam sebuah wawancara dengan koran lokal di Dubai, Wesley So menyatakan kegembiraannya bisa menyabet gelar GM. Tapi setelah gelar itu tercapai, Wesley kini memiliki satu tujuan baru: meraih gelar Super-GM.
Berikut tiga babak dwi tarung pertama antara GM Wesley So dan GM Susanto Megaranto di Japfa Chess 2008.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar